Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2015

Anak nakal

Kalau dipikir, kenapa anak-anak suka jadi anak nakal ya?? Padahal cerita sama Bapa-nya masalah bisa selesai dengan mudah.. Mungkin karena itulah, anak bernama anak #Apasih.. Maaf ya mo :D

Homili keren!!

Akhirnya, misa juga setelah sekian lama. Bacaan hari ini tentang seorang anak yang mati lalubangkit, pasti banyak orang yang sudah tahu. Dan, homilinya mengangkat hal ini "Reaksi terhadap gangguan". Pasti ada hal yang lebih besar. Sepertinya saya terlalu senang, ahh.. Terima kasih Tuhan, lain kali kutulis dengan lebih indah (amin) Sampai jumpa Bapa..

fulfil

"kerjainnya jangan setengah-setengah, ayo dong selesaiin" kata seorang teman, kepada temannya yang beberapa tahun lalu selama 6 tahun selalu membuat naskah sampai pagi. "Bentar-bentar, ini begini" Koreksi dari orang yang sama kepada orang yang sama sebelumnya "Gila, lo detail banget" "Iya dong,ini namanya fulfil" Tahun ini tahun yang berbeda bagi bekas pembuat naskah. Waktunya tetap sama, sampai pagi. Tapi kinerja tak sama. Bagaimana ia bisa merubah kinerjanya yang selalu kritis dan ingin sempurna, menjadi yang penting jadi, apapun hasilnya?? Terlihat seperti terjadi kemunduran, mengapa?? Atau jelas ia tak menguasai bidang itu tapi memaksakannya, yang berarti kebodohan?? Pembuat naskah yang malang. Dulu selalu bilang "harus kerjain yang bener, sampai selesai" "harus diselesaikan, walau sampai pagi" "bukan begini, tapi seperti ini" kini ditegur hal serupa oleh rekannya. Seolah diingatkan semesta, 'keep...

tubuhnya tak bisa menipu

Matanya ingin menutup, karena sudah tiga hari ia tak tidur. Demi sesuatu yang katanya loyalitas, atau cinta yang berlebihan, ia paksakan diri untuk menyelesaikan hal yang harus diselesaikan. Penampilan bisa menipu, tapi tidak dengan tubuh. Malam itu tak terlalu dingin, diantar sepeda motor, ia menuju kesana. Matanya sudah menutup berkali-kali. Bensin habis, terpaksa harus berjalan mencari. Berjalan dibelakang pengendara motor, matanya tertutup sambil berjalan, tanda ia harus istirahat. Tempat tujuan telah dicapai. Gelap. Tanpa suara. Ia menunggu sendirian, sambil menyibukan diri membuat minuman, kali ini kepalanya yang berontak, ingin istirahat, tapi tak bisa, karena ia telah memulai. Memang ia harus istirahat, batas awasnya sudah melewati batas, dan terjadilah yang ia takutkan, otaknya tak bisa digunakan. Menyesal ia. Ia menyesal.

Loyalitas tak terbatas

Hutan, sudah lama tak turun hujan. Tiba-tiba semua mahluk berteman, lupa akan peristiwa dulu, lupa bahwa leluhurnya saling mangsa dan dimangsa. Tentu saja ini baik, bukankah semua mahluk harus berbagi kasih?? ** hmm.. ini mau nulis apa ya.. sudahlah, selamat pagi!!

kisah lucu

Hari ini mendengar seorang ibu bercerita kepada temannya "kasian pak ** (namanya tak terekam dalam ingatanku), dia lagi galau. Uda punya anak istri, sampai sekarang masih kepikiran pacar pertamanya" Ada paradox disana, lidahnya bekata kasian, tapi wajahnya senyum gembira, bahkan tertawa. Mana yang harus dipercaya?? Walau si ibu tertawa dan (mungkin) menganggap hal itu lucu, tapi kok saya sedih mendengarnya. Hmm.. Ada berita bahagia yang selalu terselip dalam semua kisah. Setidaknya walau kisahmu sedih, ada orang lain yang bisa tertawa saat mengetahuinya.. Jadi ingat seorang teman wanita, yang kakinya bisa masuk kedalam lubang berukuran +- 7cm*4cm. Dia dan seorang pria panik bagaimana cara mengeluarkannya dari lubang beton itu. Aku dan temanku sibuk tertawa, atas kisahnya. Mungkin hidup selalu seperti itu, memiliki dua sisi dalam tiap nilainya. Selamat pagi semesta :*

kemunduran

Seorang wanita berhasil keluar dari jurang yang dalam. Pakaiannya lusuh, rambutnya sudah panjang tak terawat, goresan-goresan semak menghiasi kulitnya. Bebannya tak ringan, tapi semangatnya tinggi menggelegar, demi mencapai sebuah tempat, rumah. Ia ingin sekali sampai kerumah, setelah mengikuti seseorang dan sadar telah berada dijurang. Rumah. Tempatnya tersenyum bebas dari semua masalah. Tempat ia diterima, walau gagal ribuan kali. Ia hanya ingin menuju ke rumah.. Keringat-keringat bercucuran, bahkan darah ikut mengalir. Tak banyak kemajuannya, tapi ia bergerak walau sering merangkak. Sedari awal ia tahu, bebannya tak ringan. Angin jurang menghempaskannya mundur, mendekati jurang tempat ratap tangisnya dahulu. Ia mundur, mundur, mundur dan semakin mundur. Rasanya tak sanggup maju, bergerak pun dirasa tak berguna. Lalu terbesit, "apakah aku hidup? atau hanya sekedar ada?" Membuatnya berpikir "Bukankah lebih baik tenggelam saja? lihat, ada lautan disebelah ...

Tak Didengar

Apa gunanya meeting?? Apa gunanya perencanaan yang matang?? Kalau saat mendekati harinya, ada orang yang berkata "lebih baik kita pikirkan dari sekarang, supaya nanti tak kelamaan" Aduh.. Gimana ya menanggapi orang seperti ini?? Orang yang sama selalu dengan pertanyaan yang sama, menanyakan hal yang sudah dibahas.. Apa susahnya membaca chat atas, jika tak menyimak sedang memperbincangkan apa.. Hmm.. Mana yang lebih baik?? Diamkan saja?? atau tegur secara pribadi?? atau tegur di grup?? Hmm.. Mungkin dia sangat sibuk dan sangat lelah..

apa rasanya surga??

Woii bro?? Apa kabar kau di surga?? Enakkah disana?? Rasanya baru kemarin kita berjumpa, padahal sudah bertahun-tahun tak jumpa.. Cie.. ciee.. Aku masih ingat saat datang kerumah duka, temanmu baik pria dan wanita menangis sedih.. Aku, tentu saja tak menangis tersedu-sedu saat itu, kau kan tahu, aku aktris yang hebat.. Kau pasti melihat, ada dua wanita yang menangis hebat disana, yang satu bekas pacarmu, yang kau temui tiga hari sebelum kepergiaanmu.. Wanita lainnya, wanita yang sedang kau dekati.. Gimana rasanya?? senangkah?? Heiii.. Selamat ulang tahun kawan.. Surga itu indah ya?? Salam buat Tuhan ya, bilangin 'aku sedang malas' Sampai jumpa di surga ya.. Semoga diijinkan Tuhan.. Ohya, kau mau kado apa dariku?? Aku tak janji akan memberikannya, hanya bertanya saja.. ahahaha.. #Coretan

beneran sibuk

"pokoknya, kerja keras itu ga ada yang sia-sia non" tulis seorang fasil. ** Ada waktu dimana kesibukan selesai, lalu melakukan hal tak penting, berujung pujian tulus yang bergulir menjadi sebuah percakapan. Telat, gimana ya menyikapi kata yang satu ini? Ini lucu, ada kala aku menjadi orang yang pertama datang, pernah juga menjadi orang yang terakhir datang, sering disengaja kadang dipaksa keadaan. Sibuk, telat, luar negeri, menarik pikiranku untuk menuliskan dua wanita yang usianya beberapa tahun diatasku. Dua wanita yang tidak suka kata "telat". Wanita pertama jelas tak pernah marah tapi sering menyindir, yang kedua mengungkapkan dengan jelas ketidaksukaannya. Kebetulan aku tahu kesibukan wanita pertama, sebelum ia dapat penghargaan ini itu aku sudah kagum, tepatnya karena pola aktifitasnya. Untuk wanita kedua, aku tak tahu apa kesibukannya, tapi 'melabeli' orang lain jelas bukan tindakan terpuji. Beberapa menit yang lalu aku melihat sesuatu, lalu me...

Tumbuh

Ini kisah nyata, tentang dua bibit berbeda dan datang dihari yang sama. Akar wangi dan murbei, bibit yang kuterima dengan gratis. Ayahku memindahkan kedua bibit itu dalam pot, ibuku meletakannya didepan kamarku (tepatnya agak ke kanan). Kerjasama yang bagus antara ibu dan ayah, aku menikmatinya (ahahaha) Bagaimana cara merawat dua tanaman yang berbeda? entahlah, aku tak tahu. Mereka kuperlakukan dengan sama, tapi hasilnya berbeda. Murbei, indah dipandang dengan daun hijau yang bermunculan. Akar wangi, entah mengapa menjadi cokelat, mungkin nanti mati. Kalau diresapi, kok mirip dengan murid dalam kelas ya. Perlakuannya sama, tapi hasilnya berbeda. Seolah diingatkan semesta.. Terima kasih pohon..

orang sakit

Ini bukan ulasan tentang buku yang berjudul 'orang sakit', tapi memang ingin menceritakan orang sakit. Orang sakit, rumah sakit, kerabat, uang. Papanya temanku, temannya ayah, tetangga dan tetangga lagi. Sakit rumah sakit, pasti banyak uang berputar disana. Mendengan angka jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta, ooh Tuhan, mampukanlah semua kerabat. "sekarang yang penting sehat" ucap mama temanku "lo harus sering luangin waktu buat orangtua" suruh temanku beberapa waktu lalu, bahkan seorang tetangga dipanggil Tuhan, sepulang dari rumah sakit. ** Hidup untuk apa ya?? Apa untuk menemukan keluarga yang lama tak jumpa, seperti Giok Lan?? Atau untuk mengumpulkan ketenaran seperti Oey Eng?? Tapi menjadi tua, lumpuh dan buta di panti jompo?? Entahlah.. Katanya Tan peng liang "hidup hanya sementara, suatu saat kamu akan membutuhkan saya" hmm.. mungkin hidup ini tentang, berguna bagi orang lain, mungkin, suatu saat.. Mungkin saja.. Yang p...

Buku apa yang tidak menarik??

Ini lucu,, bagaimana bisa baca harry potter niat banget, sampai selesai dua hari.. bahkan bawa ca-bau-kan waktu pup.. sedangkan buku itu, belum tuntas terbaca sejak tahun lalu.. Hmm.. buku bisa diperlakukan dengan pilih kasih.. Apakah manusia juga pilih kasih dalam memperlakukan sesamanya?? Mungkin saja

Bus Kota Malam Ini

Bus kota malam ini, telah diisi seorang wanita berambut hitam dengan tubuh kurus setinggi lebuh kurang 150cm. Ia menggendong seorang bayi sambil memainkan 'kecrekan' ditemani seorang anak kecil, mungkin berumur 4tahun yang sedang membagikan amplop putih kepada para penumpang yang naik. Apa opinimu?? Sebagian mungkin berpikir "Jahat banget si ibu muda itu, masa bawa anaknya untuk ngamen, pasti biar orang banyak kasian" Atau ada juga yang akan bilang "Harusnya mereka dirumah aja, biar suaminya yang kerja, payah!! Ga mau mikirin anaknya" Dan tanggapan lainnya.. Apapun tanggapan itu, bodo amat!! Tapi ada hal yang menarik: 1. Kenapa dia keluar malam-malam?? 2. Kenapa dia bawa bayi dan anak?? 3. Kenapa dia ga diem aja dirumah?? 4. Suaminya masih adakah?? Sehatkah?? Bekerjakah?? 5. Anak itu tinggal sama neneknya kah?? 6. Apa mereka kedinginan?? 7. Sudah makankah mereka?? 8. Perlukah memberi uang?? #ApaSihNes