Skip to main content

beneran sibuk

"pokoknya, kerja keras itu ga ada yang sia-sia non" tulis seorang fasil.

**

Ada waktu dimana kesibukan selesai, lalu melakukan hal tak penting, berujung pujian tulus yang bergulir menjadi sebuah percakapan.

Telat, gimana ya menyikapi kata yang satu ini? Ini lucu, ada kala aku menjadi orang yang pertama datang, pernah juga menjadi orang yang terakhir datang, sering disengaja kadang dipaksa keadaan.

Sibuk, telat, luar negeri, menarik pikiranku untuk menuliskan dua wanita yang usianya beberapa tahun diatasku.

Dua wanita yang tidak suka kata "telat". Wanita pertama jelas tak pernah marah tapi sering menyindir, yang kedua mengungkapkan dengan jelas ketidaksukaannya.

Kebetulan aku tahu kesibukan wanita pertama, sebelum ia dapat penghargaan ini itu aku sudah kagum, tepatnya karena pola aktifitasnya.

Untuk wanita kedua, aku tak tahu apa kesibukannya, tapi 'melabeli' orang lain jelas bukan tindakan terpuji. Beberapa menit yang lalu aku melihat sesuatu, lalu memberikan pujian tulus padanya, sehingga perbincangan bergulir. Ternyata ia hebat, memang tak sama dengan wanita pertama, tapi ia hebat!!

Sibuk, telat, luar negeri, kini bertambah satu hal yang membuatku ingat mereka berdua 'penghargaan'.

**

"mba, pernah engga sih marah-marah sama Tuhan waktu tiba-tiba lumpuh tiga bulan, tapi dokter bilang sehat"
"engga, aku malah minta maaf sama Tuhaan"

Satu kesamaan lain dari mereka, nampaknya mereka sayang Tuhan..

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...