"pokoknya, kerja keras itu ga ada yang sia-sia non" tulis seorang fasil.
**
Ada waktu dimana kesibukan selesai, lalu melakukan hal tak penting, berujung pujian tulus yang bergulir menjadi sebuah percakapan.
Telat, gimana ya menyikapi kata yang satu ini? Ini lucu, ada kala aku menjadi orang yang pertama datang, pernah juga menjadi orang yang terakhir datang, sering disengaja kadang dipaksa keadaan.
Sibuk, telat, luar negeri, menarik pikiranku untuk menuliskan dua wanita yang usianya beberapa tahun diatasku.
Dua wanita yang tidak suka kata "telat". Wanita pertama jelas tak pernah marah tapi sering menyindir, yang kedua mengungkapkan dengan jelas ketidaksukaannya.
Kebetulan aku tahu kesibukan wanita pertama, sebelum ia dapat penghargaan ini itu aku sudah kagum, tepatnya karena pola aktifitasnya.
Untuk wanita kedua, aku tak tahu apa kesibukannya, tapi 'melabeli' orang lain jelas bukan tindakan terpuji. Beberapa menit yang lalu aku melihat sesuatu, lalu memberikan pujian tulus padanya, sehingga perbincangan bergulir. Ternyata ia hebat, memang tak sama dengan wanita pertama, tapi ia hebat!!
Sibuk, telat, luar negeri, kini bertambah satu hal yang membuatku ingat mereka berdua 'penghargaan'.
**
"mba, pernah engga sih marah-marah sama Tuhan waktu tiba-tiba lumpuh tiga bulan, tapi dokter bilang sehat"
"engga, aku malah minta maaf sama Tuhaan"
Satu kesamaan lain dari mereka, nampaknya mereka sayang Tuhan..
Comments
Post a Comment