Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

KASIHan = ??

Setiap penbincangan tanpa bertatap muka memang menyebabkan banyak persepsi.. Seperti kejadian beberapa menit yang lalu.. Saya sih ngetik ini sambil senyum-senyum.. Dimulai dari seorang teman yang memberi kabar di grup, kalau iya baru saja naik gojek sejauh 24km dan ditanggapi dengan teman-temannya. "kasihan abangnya" balas beberapa teman. "kenapa kasihan? bagus dong, abangnya dapat duit banyak" balasku lalu.. "bagus sih, tapi kasihan" balas beberapa teman. "kalo kasihan, kamu bisa apa?" balasku dan "emang kalau kasihan harus berbuat sesuatu" balas seorang teman. "iya dong" balasku kemudian teman yg naik gojek nulis "aduh, gara-gara gw share ginian, lain kali ga lagi deh" hmm.. kenapa dia merasa suasana di grup seperti orang bertengkar ya? padahal kan, aku biasa saja :D malah senyum-senyum. "Jika setiap kejadian, lihat pengemis di jalan, nonton berita ada yg dibunuh,dll terus kita merasa kasihan dg...

mau tidur

aku mau tidur.. aku mau tidur.. baru selesai 2, masih ada 3.. eh, bohong deh.. masih ada 3+14.. harus selesai besok.. harus selesai malam ini.. perutnya #&*#-+@726522.. aku mau tidur.. aku mau tidur.. *kalau dulu sesemangat ini, pasti bisa selesaiin kerjaan ongko

Batal ke makam

Kemarin temanku, anak wali baptisku bilang "besok lo dateng?" Ku jawab dengan pasti "iya dateng" Teman lain chat "besok lo bareng gw aja, /12 gw sampe toko" Ku jawab "ga mau, mau dateng on time" Sebenernya aku memang mau dateng, misa tutup peti jam10 dan ikut ke pemakaman. Tapi janji itu tak tertepati. Maaf. maafkan aku

spore!

Terasa tak masuk akal, karena memang tak terbayangkan dalam otak saya. Ini bocah kelebihan uang kali ya, tapi kalau saya punya uang banyak, akankah melakukan hal yang sama?? Lagi ada masalah. Pusing banget. Ga mau diganggu. Ke spore, semalam, lalu esok pulang. Sayang uangnya girl!! Seharusnya bertemu kami aja, makan all you can eat atau karokean. Atau kalau mau sendirian, bisa bagiin uangnya ke panti dan sejenisnya. Sayang banget, cuma semalam disana. Kalau seminggu masih mending. Bagaimanapun, setiap orang punya cara yang beda untuk menghilangkan depresinya. Lekas baik ya, semoga masalahmu cepat selesai. Hmm, Jadi ingat sahabatnya teman. Menghilangkan depresi dengan cara ambil s2 di Jerman. Pakai uang bapaknya. Hal yang bagus untuk ditiru, tapi uangnya tak memungkinkan, ahahaha.. Lain lagi dengan teman baik yang lain. Selalu nonton hampir tiap minggu, bahkan pernah nonton sendiriam dalam sebuah studio. Tuhan, semoga jiwa-jiwa yang depresi selalu kau hibur ya. Terima k...

swing!!

Pernah main ayunan kan?? Pasti tau gimana rasanya.. Kadang posisinya tinggi, kadang rendah, gitu aja terus sampai berenti di titik normal. Kenapa semangat bisa gitu ya?? Gimana mempertahankannya?? Katanya kalau mau melawan malas, ya dikerjain aja. Ini udah dikerjain sih, tapi kok hasilnya?? Aaahhh sudahlah.. Swing.......

Cepat!!

Mana yang lebih penting?? Cepat atau selesai?? Aduh, jadi malu nih. Dapet dua tugas yang harus cepat diselesaikan, tapi belum dikerjain.. Keburu basi ini mah ;( Beruntung ada temannya teman yang telah mempublikasikan, jadi terdorong untuk semakin semangat!! Mari diselesaikan!!

si Bapak ingin dilibatkan

Haduh haduh.. Beneran kan, memang kalau ngomong sama Bapak, masalah pasti selesai.. Ini sok-sok pakai kekuatan sendiri sih. Hmm, sebenernya kami(saya) bukan tak mau melibatkan Bapak, tapi segan. Alhasil kami tak meminta pendapat, padahal kalau mau memberanikan diri untuk cerita, mungkin hasil akhirnya akan baik. Nasib, nasib, sudah jadi bubur, tinggal tambahin ayam.. Di akhir Bapak bilang "yang saya sedihkan, tidak ada yang bertanya pada saya" hiks.. "maafkan kami ya pak" Karena Tuhan menciptakan Bapak untuk menjadi orang baik, tentulah Bapak tak marah, hanya saja ia kecewa dan sedih. Sama seperti Bapak lain di dunia. misalnya "pak, pinjem uang ya bayarnya lusa" dan lusa tak dibayar, malah dibayar cicil. tapi bapak tak marah, karena ia bapak, bukan anak #apasih. Terima kasih Bapak-Bapak didunia.. Maafkan kami, anakmu..

Main = Senang, Kerja = Susah

Rasanya hal ini selalu terjadi di setiap organisasi. Pengalaman waktu di kantor sih gitu, acara yang asik-asik kaya main, pasti semangat, giliran kerja berat banyak yang lempar sana lempar sini. (Mungkin ga di semua kantor, ini hanya pengalaman) Di organisasi yang berbayar aja gitu, apalagi yang gratisan a.k.a suka-suka tanpa bayaran?? Ya, miriplah bahkan bisa lebih parah. Semua orang ingin jadi bintang, tapi mengapa tak mau mempersiapkan?? Mungkin kalau setiap persiapan dikemas dalam acara senang-senang akan mendapat perhatian, ide yang baik. Hmmm.. Mungkin jika telah terbiasa dibawah payung yang sama, akan mati rasa. Tak akan peduli lagi dengan pribadi, yang penting selesai dan sempurna, semoga saja.. for all the good times and all the bad times i will follow you (god #amen)

Ojek yang luar biasa

Sore yang luar biasa. Kali ini waktu menunjukan keangkuhannya. Setiap menitnya sangat mahal. Gojek yang telah dipesan, tapi 30 menit tak ada jawaban. Memang tak mau rugi, meminta jemputan dari rumah, tapi tak juga datang. Wah, aku tak boleh diam. Deretan motor berjejer rapi, bapak-bapak muda pun duduk santai. Kupilih kakek tua yang ketika bicara nampak gusinya saja. Tarifnya lebih mahal dari ojek langganan dirumah. Tapi memamg butuh, mau bilang apa? Toh kakek ini sudah tua. Sepanjang perjalanan, para motor mendahului kami, mobil dan bajaj juga. Rasanya lucu. Bisa kau bayangkan?? Ingin cepat sampai tujuan, malah berpacu begini lamban. Tapi aku menikmatinya, menikmati saat kendaraan lain melalui. Menyenangkan juga. Akhirnya sampai juga ditempat tujuan. Niat hati ingin berbuat baik. "mau tungguin ga pak? sebentar cuma 10menit" "iya saya tunggu" "berapa bayarnya?" "udah gampang, nanti aja" Seharusnya tak lebih dari ongkos awal, karena rute ...