Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Opa

Opa dan oma itu, sapaan untuk orangtuanya ayah.. Kalau mbah kakung dan nenek, sapaan untuk orangtuanya mama.. Aku sudah merasakan kasih sayangnya mbah.. Aku belum pernah merasakan kasih sayangnya opa sejak kecil.. Opa meninggal sebelum aku lahir.. You know?? Rasanya enak sekali punya kakek, apalagi punya lebih dari satu kakek.. Sejak mbahku meninggal, aku ga punya kakek lagi.. Tetiba di umur 20an ada opaku datang.. Opa itu adik bungsu dari oma (mamanya ayah).. Umurnya hanya berbeda beberapa tahun dari ayah.. Saat itu senang luar biasa, oh my God!!! Ternyata aku masih punya opa.. Opa baik dan ramah..  pertemuan kami tak banyak, tapi kesan yang ada padaku sangat dalam.. Lalu tahun ini terdengar kabar, opa sakit.. Tumor otak.. Sudah di operasi, sudah di radiasi 20kali dari 24 jadwal yang ditentukan.. Aku dan mama serta adik menjenguknya.. Semua lancar, bahkan bisa dibilang opa beruntubg, kondisinya jauh lebih baik dibanding pasien lain, aku pikir opa sudah sehat.. Opa suda...

Perbaikan jalan

Rasanya agak kesal ketika mendengar, bayar sekian ratus ribu untuk perbaikan jalan.. Karena yang dimaksud perbaikan adalah memberikan urukan puing didepan rumah tanpa dipelur atau diaspal atau diberi batablok, what the???? Gitu doang disuruh bayar ratusan ribu??? Langsung inget ayah alias bege (bos gede) sapaan dari adik kakaknya.. Kalau ada ayah, buat gitu doang mah gratis dari depan ke belakang, bahkan dirapohkan sekalian.. Akhirnya mama dan tetangga di kana kiri patungan bertiga untuk merapikan, hampir sejutaan.. Lalu ada doa dirumah, peringatan setahun meninggalnya ayah.. Orang sebrang yang berbeda rt datang dan tahu jalanan seperti itu bilang  "wahh, kalau ada om Herman rapih nih, gratis lagi" Ahhhh.. Ternyata masih ada yang mengenang baiknya ayah.. Ini tentang jalanan.. Ayahku yang sepanjang jalan sering dipanggil bos itu telah pergi... Ayahku yang sudah lebih dari sekali memperbaiki jalanan dengan gratis itu sudah pergi.. Tak semua mengingat jasanya.. Tak...

Tanggal 13

Kemarin kubilang dalam hati "mengapa workshop tidak aku persiapkan?? Mengapa tak memberikan yang terbaik untuk anak-anak ini?? Sudahlah, besok datang pagi saja dan menyiapkan semua" Hari ini bangun kesiangan, tapi entah mengapa lebih santai dari biasa, tidak panik.. Mandi perlahan dan terkaget melihat jam.. Pukul 6.40 masih dikamar.. Beruntung dapat gojek yang cepat datang, kataku 'kalau bisa ngebut aja ya pak' tak seperti orang ngebut kencang, rasanya biasa saja saat dalam perjalanan.. Doaku " Tuhan berikan keajaiban , karena aku belum mempersiapkan.. Tuhan berikan kebijaksanaan dan berikan kecerdasan.. Tolong aku Tuhan.." Bapakami dan salam maria terus diucapkan.. Akhirnya sampai juga disekolah, oo... Sepertinya terlambat sekali.. Saat tiba diruangan pukul tujuh lewat dua.. Ternyata keajaiban datang, hanya belasan menit dalam perjalanan, mungkin dua belas menit padahal delapan belas menitan saat ngebut kencang.. Sungguh keajaiban.. Datang langsun...