Skip to main content

Tanggal 13

Kemarin kubilang dalam hati "mengapa workshop tidak aku persiapkan?? Mengapa tak memberikan yang terbaik untuk anak-anak ini?? Sudahlah, besok datang pagi saja dan menyiapkan semua"

Hari ini bangun kesiangan, tapi entah mengapa lebih santai dari biasa, tidak panik.. Mandi perlahan dan terkaget melihat jam.. Pukul 6.40 masih dikamar..

Beruntung dapat gojek yang cepat datang, kataku 'kalau bisa ngebut aja ya pak' tak seperti orang ngebut kencang, rasanya biasa saja saat dalam perjalanan..

Doaku "Tuhan berikan keajaiban, karena aku belum mempersiapkan.. Tuhan berikan kebijaksanaan dan berikan kecerdasan.. Tolong aku Tuhan.." Bapakami dan salam maria terus diucapkan..

Akhirnya sampai juga disekolah, oo... Sepertinya terlambat sekali.. Saat tiba diruangan pukul tujuh lewat dua.. Ternyata keajaiban datang, hanya belasan menit dalam perjalanan, mungkin dua belas menit padahal delapan belas menitan saat ngebut kencang.. Sungguh keajaiban..

Datang langsung makan buah dan menyalakan laptop, berjalan dengan lancar tanpa hambatan saat materi disiapkan dalam bentuk yang lebih profesional..

Hari ini kerjasama tim, sungguh hebat.. Tata letak baik, sound sistem baik, kerjasama baik, hasilnya pun baik.. Seperti dimudahkan Tuhan..

Lihat facebook, isi timeline teman, tentang penampakan.. Penampakan 100tahun bunda maria di Fatima..

Dan, terima kasih untuk keajaiban keajaiban dalam kehidupan..

Terima kasih Tuhan,
Terima kasih Bun,
Terima kasih Semesta..


Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...