Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

Mati

"Mati?? Apa itu mati??" Mati artinya tidak ada lagi, tidak akan terlihat lagi, tidak akan berjumpa lagi. Kau lihat cacing dalam jeruk ini? Namanya fuyo, dia lahir pagi ini dan akan mati petang nanti. Kita lebih beruntung, kita bisa hidup lebih lama "Kau payah!! Walaupun kita hidup lebih lama, kita akan mati juga kan??" *serpihan dialog yang kulihat pagi ini* ** Kalau diresapi, apa iya hidup lama itu sangat penting??

Ditilang dua kali

qWeekend yang menyenangkan. Belajar bersama kawan dan farewell seorang teman.. Niat hati tak ingin langsung pulang kerumah, tapi mengunjungi teman yang baru membuka kedai kopi di santa dua hari lalu bersama beberapa teman lainnya.. Memang bandel, jelas helm kurang satu, tapi tetap saja pergi.. Entah mengapa, rasanya akan sampai disana dengan selamat tanpa tilangan.. Apa daya, semesta memiliki kehendak berbeda.. Polisi memberhentikan motor yang kunaiki dan ditilang dengan surat merah.. Akhirnya sampai juga di santa.. Bertemu teman yang sudah lama tak jumpa, ngobrol ngalor ngidul, berfoto ria, mencicipi kopi dari kedainya.. Akhirnya kami harus pulang.. Kebetulan teman mau mengantar, tentu rasanya sangat senang.. "Tadi kan sudah ditilang, pasti ga akan ditilang lagi untuk kesalahan yang sama" pikirku kala itu, membuat hati sangat senang.. Mungkin lelah, dan pasti karena gelapnya malam, kami tak melihat rambu dilarang melintas, akhirnya kami ditilang lagi.. Lebih dar...

Kali ini terinspirasi anak sma

Ini sudah pagi, pukul 01.39. Beberapa menit yang lalu baru saya chat dengan seorang murid sma kelas 3. "loh, kamu kok belom tidur, memang besok tidak sekolah?" "engga kak, kan uda selesai, ini lagi ngurusin order, abis siang sibuk cuma sempet malem doang catetin nya" yang aku tahu, dulu saat bulan puasa, iya berjualan kue didepan rumahnya, maklum bapaknya distributor. " Kamu jualan apa?" " Jual kemeja sama sepatu di ig kak, rame kok di ig bagus banget buat jualan trus kalo ig nya udaa banyak followers nya bsa dijual lumayan kak." Mungkin bagi banyak orang ini biasa aja, tapi kok saya merasa ini keren ya?? Hmm.. Manusia memang punya lebih dan kurang.. waaahh, kerenlah.. Jadi tambah semangat!! Terima kasih semesta..

kisah semesta hari ini

Sore tadi, didalam bus kota aku duduk manis disamping jendela. Walau sudah jam 3, sumuknya Jakarta masih terasa. Dalam diam terlintas mimpi-mimpi yang belum tercapai di otakku, mereka bertengkar ingin dinomersatukan, lalu ayahku lewat dalam pikiranku dan menenangkan semuanya. Mimpi-mimpiku yang banyak itu seketika diam, kalah oleh ingatan tentang kehebatan ayahku, dan aku menahan air mata agar tak jatuh membasahi baju. Aneh, mengapa ayahku melintas dalam lamunanku saat diam menikmati jalan? Hadir dengan tiba-tiba dipaksa semesta, ada apa?? Sore hari jam 6, ayahku belum pulang, sebenarnya aku rindu melihatnya, tapi tak akan kuucapkan. Kutonton acara hitam putih sendirian, mebahas tentang host yang nyinyir, ahh cerita yang tak inspiratif, pikirku saat itu. Tiba-tiba sang pembawa acara megalihkan topik dan membahas tentang ayah, seketika aku ingat kejadian sore tadi. Aku merasa ini kerjaan semesta, siang tadi dengan tiba-tiba ingatan tentang ayahku muncul saat aku tak memikirkanny...

efek baso isi dua

ada seorang tamu yang datang lalu berbincang pada resepsionis "bukan disini, ini tempat terapi" ucap resepsionis.. lalu pikiranku melayang saat aku mengisi data untuk menunggu, disana tertulis "data pasien" Waaaaa.. dari dua hal itu, sudah dapat ditarik sebuah stigma negatif.. #apaansihnes #sudahlah #efekmakanbasoisidua :(

Perlukah??

Perlukah khawatir, jika semua indah pada akhirnya?? Perlukah berjuang, jika sudah tahu tak mungkin meraihnya?? Perlukah diam, jika suara kita jelas berguna?? Entahlah ini apa.. Yang pasti lintasan pikiran yang mengusik rasa.. Katanya, Tuhan itu baik

Jadi jawabannya..

Hati ku memaksa otak untuk memikirkan sesuatu.. "Mengapa membuat renungan? toh aku tak melaksanakannya" Awalnya tetap saja kubuat, sampai kesal sendiri akhirnya tak kubuat lagi.. Pertentangan ini memaksaku bertanya pada romo "Apakah tidak usah buat renungan lagi?" Tapi aku ragu, karena menduga akan dijawab "Apakah kamu tidak akan mandi, karena akan kotor lagi?" Kuputuskan tak bertanya, tapi renungan tetap tak kubuat.. Malam ini kebetulan romo mengajak kami (aku dan teman lain) makan bersama.. Obrolan demi obrolan bergulir.. Dinginnya ruangan, membuat pikiran sedikit tenang ditambah tawa dan senyum dari kawan.. Kenyamanan ini membuat mulutku terbuka, sehingga ucapan ini terlontar "mo, lebih baik ga usah buat renungan ya, toh saya tidak melaksanakan" Dengan tenang romo berkata "apakah renungannya salah? atau tindakanmu?" "makanya mo, karena saya tidak melaksanakan renungan yang saya buat, lebih baik tak usah buat ya? kar...

sekelumit tanya

malam ini, sama seperti malam biasa.. gelapnya sama.. sunyinya pun sama.. sama seperti kamar ini.. tak berubah, hanya saja buku-buku mulai dihinggapi debu, tapi aku tak berniat membersihkannya.. semua sama.. hanya saja kepalaku dihinggapi tanya yang, entahlah.. Katanya mukjizat nyata pada orang yang percaya.. Apakah jika aku diam saja, akan ada mukjizat yang terjadi?? kan aku percaya.. Pertanyaan bodoh memang.. Mungkin akan ada orang yang berkata "Apakah debu di bukumu akan hilang jika kamu hanya diam saja? dasar payah!!!" hmm.. itu hanya sekelumit tanya.. dan masih ada tanya berikutnya.. perlukah membuat renungan? toh tak bisa menjalankan isi renungan? mungkin romo akan menjawab "apakah manusia perlu mandi, bila iya tau akan kotor lagi?"