Skip to main content

Jadi jawabannya..

Hati ku memaksa otak untuk memikirkan sesuatu..
"Mengapa membuat renungan? toh aku tak melaksanakannya"
Awalnya tetap saja kubuat, sampai kesal sendiri akhirnya tak kubuat lagi..

Pertentangan ini memaksaku bertanya pada romo "Apakah tidak usah buat renungan lagi?"
Tapi aku ragu, karena menduga akan dijawab "Apakah kamu tidak akan mandi, karena akan kotor lagi?"
Kuputuskan tak bertanya, tapi renungan tetap tak kubuat..

Malam ini kebetulan romo mengajak kami (aku dan teman lain) makan bersama..
Obrolan demi obrolan bergulir..
Dinginnya ruangan, membuat pikiran sedikit tenang ditambah tawa dan senyum dari kawan..
Kenyamanan ini membuat mulutku terbuka, sehingga ucapan ini terlontar "mo, lebih baik ga usah buat renungan ya, toh saya tidak melaksanakan"
Dengan tenang romo berkata "apakah renungannya salah? atau tindakanmu?"
"makanya mo, karena saya tidak melaksanakan renungan yang saya buat, lebih baik tak usah buat ya? karena di hati rasanya ga enak"
"Bagus, kalau hati kamu merasa tak enak. Artinya kamu harus meningkatkan kualitasmu"
"caranya gimana mo?"
"hanya kamu sendiri yang tahu caranya. Apakah manusia tidak akan makan karena takut lapar lagi? THE CHOICE IS YOURS"

Akhirnya tanya terjawab..
Jawabannya mirip dengan dugaanku..

Hmm....
Sudahlah..
Setidaknya sebuah tanya terjawab..

berkah dalem Gusti

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...