Hati ku memaksa otak untuk memikirkan sesuatu..
"Mengapa membuat renungan? toh aku tak melaksanakannya"
Awalnya tetap saja kubuat, sampai kesal sendiri akhirnya tak kubuat lagi..
Pertentangan ini memaksaku bertanya pada romo "Apakah tidak usah buat renungan lagi?"
Tapi aku ragu, karena menduga akan dijawab "Apakah kamu tidak akan mandi, karena akan kotor lagi?"
Kuputuskan tak bertanya, tapi renungan tetap tak kubuat..
Malam ini kebetulan romo mengajak kami (aku dan teman lain) makan bersama..
Obrolan demi obrolan bergulir..
Dinginnya ruangan, membuat pikiran sedikit tenang ditambah tawa dan senyum dari kawan..
Kenyamanan ini membuat mulutku terbuka, sehingga ucapan ini terlontar "mo, lebih baik ga usah buat renungan ya, toh saya tidak melaksanakan"
Dengan tenang romo berkata "apakah renungannya salah? atau tindakanmu?"
"makanya mo, karena saya tidak melaksanakan renungan yang saya buat, lebih baik tak usah buat ya? karena di hati rasanya ga enak"
"Bagus, kalau hati kamu merasa tak enak. Artinya kamu harus meningkatkan kualitasmu"
"caranya gimana mo?"
"hanya kamu sendiri yang tahu caranya. Apakah manusia tidak akan makan karena takut lapar lagi? THE CHOICE IS YOURS"
Akhirnya tanya terjawab..
Jawabannya mirip dengan dugaanku..
Hmm....
Sudahlah..
Setidaknya sebuah tanya terjawab..
berkah dalem Gusti
Comments
Post a Comment