Sore tadi, didalam bus kota aku duduk manis disamping jendela.
Walau sudah jam 3, sumuknya Jakarta masih terasa.
Dalam diam terlintas mimpi-mimpi yang belum tercapai di otakku, mereka bertengkar ingin dinomersatukan, lalu ayahku lewat dalam pikiranku dan menenangkan semuanya.
Mimpi-mimpiku yang banyak itu seketika diam, kalah oleh ingatan tentang kehebatan ayahku, dan aku menahan air mata agar tak jatuh membasahi baju.
Aneh, mengapa ayahku melintas dalam lamunanku saat diam menikmati jalan? Hadir dengan tiba-tiba dipaksa semesta, ada apa??
Sore hari jam 6, ayahku belum pulang, sebenarnya aku rindu melihatnya, tapi tak akan kuucapkan.
Kutonton acara hitam putih sendirian, mebahas tentang host yang nyinyir, ahh cerita yang tak inspiratif, pikirku saat itu.
Tiba-tiba sang pembawa acara megalihkan topik dan membahas tentang ayah, seketika aku ingat kejadian sore tadi.
Aku merasa ini kerjaan semesta, siang tadi dengan tiba-tiba ingatan tentang ayahku muncul saat aku tak memikirkannya, lalu malam ini acara yang kutonton dengan tiba-tiba mengganti topik dan membahas tentang ayah.
Apakah aku sungguh kangen pada ayah??
Atau malu karena telah berbuat salah, tapi belum bisa melakukan apa-apa??
Terlepas dari semuanya, terima kasih semesta..
Untuk teguran manis hari ini..
Comments
Post a Comment