Skip to main content

kisah semesta hari ini

Sore tadi, didalam bus kota aku duduk manis disamping jendela.
Walau sudah jam 3, sumuknya Jakarta masih terasa.
Dalam diam terlintas mimpi-mimpi yang belum tercapai di otakku, mereka bertengkar ingin dinomersatukan, lalu ayahku lewat dalam pikiranku dan menenangkan semuanya.
Mimpi-mimpiku yang banyak itu seketika diam, kalah oleh ingatan tentang kehebatan ayahku, dan aku menahan air mata agar tak jatuh membasahi baju.
Aneh, mengapa ayahku melintas dalam lamunanku saat diam menikmati jalan? Hadir dengan tiba-tiba dipaksa semesta, ada apa??

Sore hari jam 6, ayahku belum pulang, sebenarnya aku rindu melihatnya, tapi tak akan kuucapkan.
Kutonton acara hitam putih sendirian, mebahas tentang host yang nyinyir, ahh cerita yang tak inspiratif, pikirku saat itu.
Tiba-tiba sang pembawa acara megalihkan topik dan membahas tentang ayah, seketika aku ingat kejadian sore tadi.

Aku merasa ini kerjaan semesta, siang tadi dengan tiba-tiba ingatan tentang ayahku muncul saat aku tak memikirkannya, lalu malam ini acara yang kutonton dengan tiba-tiba mengganti topik dan membahas tentang ayah.
Apakah aku sungguh kangen pada ayah??
Atau malu karena telah berbuat salah, tapi belum bisa melakukan apa-apa??
Terlepas dari semuanya, terima kasih semesta..
Untuk teguran manis hari ini..

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...