Skip to main content

Ojek yang luar biasa

Sore yang luar biasa. Kali ini waktu menunjukan keangkuhannya. Setiap menitnya sangat mahal.

Gojek yang telah dipesan, tapi 30 menit tak ada jawaban. Memang tak mau rugi, meminta jemputan dari rumah, tapi tak juga datang. Wah, aku tak boleh diam.

Deretan motor berjejer rapi, bapak-bapak muda pun duduk santai. Kupilih kakek tua yang ketika bicara nampak gusinya saja.

Tarifnya lebih mahal dari ojek langganan dirumah. Tapi memamg butuh, mau bilang apa? Toh kakek ini sudah tua.

Sepanjang perjalanan, para motor mendahului kami, mobil dan bajaj juga. Rasanya lucu. Bisa kau bayangkan?? Ingin cepat sampai tujuan, malah berpacu begini lamban. Tapi aku menikmatinya, menikmati saat kendaraan lain melalui. Menyenangkan juga.

Akhirnya sampai juga ditempat tujuan. Niat hati ingin berbuat baik.
"mau tungguin ga pak? sebentar cuma 10menit"
"iya saya tunggu"
"berapa bayarnya?"
"udah gampang, nanti aja"

Seharusnya tak lebih dari ongkos awal, karena rute ini lebih singkat. Tapi kenyataan tidak. Kakek itu meminta ongkos 25% lebih mahal.
"loh, mahal banget?? kan lebih deket"
Banyak pendapatnya dikeluarkan. Sudahlah. Pantatku sudah lelah, dan aku sudah terlambat!!

Niat hati ingin membantu, ternyata malah seperti ini. Memang benar kata orang "bisnis dan sosial jangan disatukan"

Semoga kakek itu sering dapet penumpang, amin..
Terlepas dari semua, terima kasih sudah mengantarkan. Terlebih untuk pengalaman yang tak terlupan, didahului kendaraan lain dan juga selamat dari kecelakaan.

Heii, aku lupa bilang, kami hampir tertabrak dan ditabrak kendaraan lagi, tapi kami selamat!!
Sampai kini, aku masih percaya, mengapa aku selalu selamat di jalan raya, pasti karena kerahiman ilahi.

'demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukanlah belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia. Amin'

Berkah dalem gusti.

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...