Skip to main content

Touring kedua

Kukira hanya bisa touring sekali seumur hidup.. Ternyata ada kesempatan kedua.. Rasanya seru juga..

Kali ini, pesertanya sedikit.. Jarak lebih dekat tanpa hujan sepanjang jalan.. Dan, berbau rohani, ahahaha..

Awalnya 16 yang daftar, kenyataannya 8 yang pergi.. Setelah direnungi, bagus juga yang pergi hanya 8.. Tak ada yang terpisah dengan mobil, tak perlu juga membawa motor pribadi karena akan menyusahkan pengendaranya ketika pulang.. Memang indah ya, rencana Tuhan..

Janjian jam enam malam lewat tiga puluh menit di stasiun cikini, jam tiga sore lewat tiga puluh menit sudah berangkat.. Bertemu teman di Cikini untuk rapat, kupikir rapatnya hanya satu setengah jam, ternyata dua jam lebih.. Alhasil telat lima belas menitan ke stasiun cikini.. Kirain akan ditinggal, ternyata tidak, syukurlah..

Jam delapan malam lewat sepuluh menit sudah sampai di stasiun bogor, telat sepuluh menit dari jadwal awal..

Dua orang ada di taman kopi.. Empat lainnya ada disebrangnya.. Setelah berjalan belasan menit akhirnya bertemu juga, kami berdelapan..

Sebelum memulai perjalan, perut diisi nasi timbel ayam bakar, memang sedang diberkati  seorang teman mentraktir sehingga tak harus membayar.. Perjalanan kami pun dimulai dengan empat kendaraan..

Seru juga, menikmati angin malam dengan kendaraan roda dua.. Jalanan lancar, tak ada macet yang menyebalkan, hanya ada sedikit padat di beberapa titik..

Perhentian pertama, warung kopi, puncak, sekitar jam sebelas malam.. Sepertinya dulu harga minuman luar biasa mahal, entah mengapa kemarin masih wajar?? Mungkin kami diberkati, atau kendaraan roda dua mempengaruhi??

Perjalanan dilanjutkan, saat hampir sampai lokasi kedua, sebuah motor salah jalan, kami menunggu belasan menit, dan akhirnya sampai.. Di tempat perhentian para pendaki, kami menginap disana, hanya sepuluh ribu per malam, berbekal kantong tidur dari rumah.. Tidak bisa tidur, ternyata hari itu sudah meminum dua buah kopi kemasan.. Empat orang teman terlihat tidur dengan nyaman, didalam kantong tidurnya.. Tiga orang teman kasihan, karena tak membawa kantong tidur, dan anginnya mendinginkan badan, terutama kaki..

Pagi datang, hanya membersihkan muka, kami pergi ke tujuan utama.. Lembah karmel.. Kami mandi, dan sarapan disana, layaknya umat yang sedang retret, kalau diingat lucu juga..

Lembah karmel.. Tempat dimana banyak kenangan.. Pertama kali dimarahin tante pendoa karena pakai tidak celana panjang tapi maju kedepan, ehh tante yang sama malah mendoakan ayah di menit terakhirnya.. 😝

Misa disini atmosfirnya berbeda.. Duduk dilantai, membawa kresek berisikan sandal.. Bersama rombongan suster dan romo dari cina.. Banyak romo berdiri di altar, koor seperti di film suster act (tapi yang ini suaranya lebih lembut ya).. Dan kami beruntung lagi, umatnya tak terlalu banyak, tak memenuhi tribun atas..

Ahh indahnya, selesai misa ada doa.. Umat yang ingin didoakan tetap tinggal.. Dua orang teman tetap tinggal untuk didoakan.. Kami berenam keluar..

Rasa-rasanya aku mau, tapi takut air mata turun sangat banyak seperti sebelumnya, kan malu juga, ahahaha.. Akhirnya masuk kedalam menikmati dari pinggiran, seorang teman ikut masuk diikuti seorang lainnya..

"yukk" ajak seorang teman, ia pun duduk ke tengah untuk didoakan.. Dalam hati ingin, tapi aku tak bergerak, setelah sekian menit maju juga.. Meminta tisu teman sebagai bekal.. Hmmm... Lega juga, dan tak seperti yang terpikirkan, tak ada tangis melimpah.. Memang benar kata orang banyak "semua tak seseram pikiranmu, ayo coba"

Kami ke goa maria.. Dapat melihat kapel darisana, sangat dekat jaraknya.. Didepan kapel ada seorang ibu menangis karena beban keluarga.. Temannya menguatkan "kan ada kita, harus kuat buat anak-anak"

Selesai berdoa, dan mengambil air suci kami turun kebawah.. Dibantu tante berkacamata besar kami foto bersama didepan patung santa teresia.. Saatnya pulang..

Hanya ada empat motor diparkiran sana.. Milik kami, ahahahaha..

Mengganti ban, mengisi bensin, lalu makan siang.. Beruntung pemilik kedai tidak marah ketika kami beristirahat puluhan menit untuk tiduran..

Turun ke Bogor, ngebut dijalan, mengikuti mobil yang dikawal motor besar, jalanan sangat lancar.. Rasanya menegangkan, ahahhaa.. Dan akhirnya macet pun tiba, kami terpecah tak tahu teman ada dimana.. Tapi akhirnya bertemu juga...

Seorang turun di stasiun bogor untuk pulang ke rumahnya.. Seorang lagi di bogor.. Seorang di rumah sakit cibinong.. Tiga orang melanjutkan perjalanan ke cikarang.. Dua orang menuju tangerang.. Kami kembali kerumah..

Sekitar jam sembilan malam lewat tiga puluh menit aku sampai.. Terima kasih teman.. Bersyukurnya saya, pergi bersama kalian..

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...