Skip to main content

Freeze

Diam.. Mengikuti arus.. Sampai kapan??

Sebentar, ini terasa menyenangkan.. Bertindak seperti orang gajian yang pulang kerumah lalu bersantai.. Ini bukan aku.. Bukan diriku.. Sebentar memang menyenangkan, tapi kelamaan menjadi beban..

Kemana rutinitas yang lalu?? Kemana semangat mencari uang setelah bekerja sebagai orang gajian?? Kemana semangat berkumpul dengan teman dekat untuk berbagi kisah menghilangkan penat dari usaha yang dijalankan??

Aku bosan!!! tapi aku juga yang menghindar... Aku menghindar dari perjumpaan malam karena rasanya lelah jika harus keluar malam.. Aku menghindari omset jutaan karena takut kelelahan jiwa dan badan.. Aku menghindar.. tapi mau sampai kapan?? Sampai merasa fit seperti dulu?? Atau sampai rupiah dalam tabungan menguap bersama embun pagi??

Ahhh.. aku ingin sesibuk dulu dengan tenaga yang meluap-luap.. Masih bertahan hingga pagi mengerjakan naskah.. Atau masih terjaga hingga pagi order yang harus dikirim beberapa jam kemudian.. Atau masih terjaga hingga larut menghabiskan waktu bersenda gurau dengan teman..

**
Mungkin ini yang namanya pelajaran,. Dulu, aku begitu aneh dengan gaya hidup teman yang mendadak jadi rajin olahraha "pagi-pagi aku jemput ya, kita olahraga" whot??? tumben amat..

Ternyata semua ada jawabannya.. Ahhh Tuhan, aku pun rindu minum kopi loh.. Tahun ini belum kuminum segelas kopi.. Tapi terima kasih semesta yang baik..

Terima kasih Tuhan...... Untuk freeze ini, ahahahhaa.. Ternyata, manusia bisa pulang ke keluarga jika tombol freeze ditekan..

See you on top, young people!! Ingat, menjadi orang gajian hanyalah sampingan, selalu tekunlah pada yang utama...

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...