Skip to main content

Memory

Hari yang indah.. Harus datang ke pernikahan teman, karena ibu tak bisa datNg.. tapi ternyata ibu bisa datang, jadilah pergi berdua..

Telat.. rasanya malas bertemu teman.. tetiba sebelum misa berakhir.. datang seorang ibu beserta suami dan anaknya..

Oooo.. ternyata mereka.. anaknya pernah kusuka saat sekolah menengah hingga atas.. jadilah kami sebaris layaknya sebuah keluarga..

Pekerjaan yang mapan membuatnya semakin tampan *ups* maksudnya, badannya tambah besar dan mukanya terlihat bersinar, memang ini lebai, tapi biarkan.. senyum manisnya sempat bertahan dalam ingatan, semakin membuatku sadar, apa yang sudah kulakukan setua ini??

Sudah kubilang hari indah.. Sore aku pergi  bersama ibu dan ibunya ibu serta anaknya ibu.. Kami naik taxi karena memang tak punya mobil beneran.. Lagunya indah sekali dalam perjalanan.. sangat indah.. lagu yang sering kunyanyikan.. dulu..

I'm gonna love you till the end.. i'm gonna be.. your very true friend.. ahaha, everyone should love their MOM!!!!

Lagu salanjutnya juga dibawakan dengan sangat indah, aku banget musiknya walau liriknya "Kini kau pulang membawa kekasih..
Memori kau membuka luka lama..
Yang kuingin lupa..
Memori tolong daku pergi jauh..
Janji takkan kembali memori"

Ahh, jadi senyum senyum pilu.. selamat untukmu.. happy lah yA.. 

Baydewei.. ibuku menangis, karena ingat ibu dari pengantin wanita yang telah tiada.. lalu pikirku "gimana kalo aku yang nikah? ayah kan sudah tiada"

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...