Skip to main content

Mimpi

Hmm.. Aneh..

Kamis, 6 oktober 2016.. Ditanggal yang cantik ini, aku tidur setelah memastikan teman kep ayah berkunjung kerumah.. I know, ayahku sangat bahagia mendapat kunjungan dari mereka, karena sejak masuk rumah sakit, ayah memang ingin sekali dikunjungi oleh temannya..

Jam4 pagi, mama membangunkanku, katanya ayah minta doa.. "ini sakit" sambil memegang punggungnya dan aku tak memiliki firasat apapun, selain merasakan kantuk yang begitu dalam..

Kami berdoa bertiga, aku mama dan ayah.. Berdoa koronka agar kerahiman Allah turun atas ayah, karena aku percaya setiap mendoakannya darah Yesus akan membasuh ayah..

Kali ini berbeda, aku berdoa dengan sangat lama, mungkin karena aku mengantuk dan tenggorokanku kering kehausan.. Tetap tak memiliki firasat apapun.. Ayah tetap memegang erat tanganku ketika kami berdoa..

"miring ke kiri yah, biar ga sakit" ayah pun miring ke kiri lalu bilang "ga bisa nafas kalau kaya gini"
"bisa yah, lewat mulut aja" ayah pun menurut.. Ayah yang selalu baik, mau mendengarkan aku, kalau mama yang bilang pasti marah :D

Aku pun tidur dibawah kaki ayah, sambil memegangi telapak kakinya "agnes jempolnya dingin" padahal tanganku hangat, bukan jempolku yang dingin, tapi kaki ayah yang sangat dingin.. Ayahpun menaikan kakinya, kupikir 'it's ok, lets go to sleep again'

"aku tidur dikamar ya ma"
"disini aja, kan uda pagi"
"gapapa dikamar aja" aku memilih kenyamanan dibanding menemani mama dan ayah tidur bersama..

Dan aku mimpi.. Mimpi yang membuatku tersenyum..

Aku datang kerumah sakit.. Lalu ada temanku duduk bersila dilantai, dibelakangnya ada sebuah sofa.. Didepannya terbaring bapak disebuah kasur rumah sakit, dengan selang ditangannya.. Didepan perut bapak, duduk seorang pria tua yang kuduga sebagai pakde/paklek-nya dua orang, disampingnya ada ibunya.. Aku hanya menduga mereka ibu, bapak serta pakde/paklek-nya..

Ketika aku datang, mereka tersenyum, sang bapak tersenyum bahagia sekali, aku yang melihatnya pun tersenyum bahagia.. Kupegang kepala temanku dari belakang 'pukpuk'.. Sebagai penyemangat padanya 'don't worry, your papa will get healthy, soon'

Kenapa mereka hadir di mimpiku, aku tak tahu.. Yang pasti ketika aku bangun, aku senang, pikirku "ayah akan sembuh nih, soon!"

Dan mama bilang "ayah dari tadi melotot dan liat keatas, terus ga respon" aku melihat ayah dan santai saja menanggapinya.. Bahkan sempat mandi.. Dan, ternyata ayahku tetap seperti itu.. Beruntung ada orang lingkungan yang membantu memanggilkan romo, sayangnya romo tak mau datang, karena belum lama baru saja sakramen perminyakan.. Akhirnya dipanggilah pendoa, tante itu datang dan kami berdoa bersama.. Hanya aku, mama, ayah, orang lingkungan dan pendoa.. Kami berlima berdoa, saat rekonsiliasi, mamaku meminta maaf pada ayah dan "kok kaku, nes (panggilan untuk ayah dari mamaku)....."
"kita tutup dulu doanya"
Panggil dokter untuk memastikan dan.. Ayahku sudah pergi, saat mama melakukan rekonsiliasi.. Indah ya..

Yang membuatku bingung, mengapa memimpikan ayah temanku, kenapa bukan ayahku saja?? Tapi itu indah, terima kasih Tuhan..

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...