Kisahnya seperti ini.. Memang aku salah karena tak tegas diawal, tapi katanya hidup harus berjalan jadi marilah berpikir kedepan..
Di tempat ini..
Berawal dari cek tht lalu cek lagi dan terpasanglah selang di siang hari.. Malam semakin dingin hingga sulit tertidur sampailah perjalanan sunyi ke igd sejak jm3 pagi..
Beruntung, tidak-tidak.. Diberkati mungkin kata yang tepat.. Tak antri dan dapat masuk dengan mudah.. Jm7 pagi sudah mendapat ruangan nyaman di new bugenville 317.. Aku bahagia..
Jumat pagi terbaring disana, sabtu dan minggu, senin juga walaupun jm2 siang harus pulang kerumah..
Mengapa bisa?? Kan kondisi belum membaik, katanya "dirujuk ke dharmais, kami disini tak punya alatnya" tapi ayahku belum di biopsi.. Ku pasrahkan semesta, kupercayakan surat itu saja..
Esokpun tiba, ternyata dharmais tak mau menerima karena tak ada hasil biopsi disana.. Entah apa rasa mamaku saat itu.. Akhirnya kembali kesana bertemu dengan dr itu, tapi sayang karena pasiennya penuh, kami disuruh menghadapnya besok..
Hari ini adalah waktu yang dijanjikan.. Mamaku bilang "kata dokternya saya ga bisa biopsi, ini harus ke dokter tht yang awal. Kemarin kenapa dikasi ke saya"
Jawab mamaku "saya ga tau, kan kemarin masuk igd"
Terjadilah, besok harus ke dokter pertama..
Tuhan yang baik, selalu baik.. Aku percaya kau luarbiasa.. Tolong, beri kami kekuatan, karena Kau sangat kuat..
Sssttt.. Hug me..
Comments
Post a Comment