Memendam sesuatu memang tak enak, apalagi memendam kesal..
Seperti kesalku pagi yang seolah berlanjut tiap jamnya.. Seperti membawa magnet sehingga kekesalan berikutnya mengikuti..
Bagaimana menghilangkan kesalku diawal, aku tak mengerti.. Kubiarkan saja ia menghinggapiku, lalu ia datang membawa teman-temannya..
Malam ini puncaknya, aku tak dapat menahannya lagi.. Sedihnya kukeluarkan ia, dan menyakiti seorang jiwa, ibuku.. Maaf, maafkan aku ma..
Dan, layar yang pecah ini menjadi saksi.. Semesta, ajarku berdamai dengan kesalku sejak dari awal.. Karena menahan dan berpikir positif, lama-lama tak tertahan juga..
Aku, aku tahu aku salah.. "lo kek orang banyak pikiran" ucap sahabatku dua kali, di toko dan di pencok.. Am i look like that?? I ask myself and dunno why..
Sudahlah nes, selesaikan saja semua, satu-persatu dan biarkan semesta bekerja..
Ps: terima kasih order hari ini..
Comments
Post a Comment