Skip to main content

how can i hate them??

Here  they’re my bestfriend!! (Really??) Berteman hampir sewindu cukup untuk mengenal pribadi lepas pribadi.. Cukup untuk mengetahui karakternya dan begitulah..

Ditengah kesibukan kami yang semakin padat, tentu tak mudah mencocokan waktu berjumpa, apalagi seorang diantara kami sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari Jakarta..

Pertemuan terakhir kami adalah saat resepsi  salah seorang diantara kami (5 Des), dengan kebaya samaan (ya iyalah, namanya juga dikasih dari si empunya resepsi) kami berlima ditambah seorang suami serta anak dan pacar seorang temanku datang ke MTA untuk karaoke bersama, untung saja akses kesana tak perlu masuk mall, cukup dari parkiran saja, sehingga hanya pekerja di princess syahrini yang memerhatikan kami..

Selalu, selalu, hampir selalu.. Setiap akhir dari perjumpaan adalah membincangkan, kapan main kerumah temanku di tangerang?? Diputuskanlah tanggal 9 des karena hari libur pilkada.. “harus beneran dateng ya?? Karena  emak pasti masak” kata nyonya rumah.. memang tradisinya begitu, setiap ingin bertandang kerumahnya, mamanya pasti masak BANYAK seolah kami tamu istimewa, maklumlah orang berada..

Heiheiiiiii.. 9 des itu hari ini!!! Harusnya kami main kesana dan pergi ke AEON beli hadiah.. Apa daya, nyonya rumah antar sang ibu berobat, jadilah rencana berubah..

Diputuskan kami ke baywalk, yayayaaaa.. tentu tak lengkap semua, lagi-lagi hanya kami bertiga, upss berempat, karena temanku mengajak pacarnya untuk mengantar kami (lumayanlah, duduk doang ga usah ribet)..

As always, masalah waktu dengan mereka ini yang paling susah (baca ngaret)!! Setelah diskusi kami janjian kumpul jam13.00 akhirnya jam13.30 baru ada kepastian dan aku dijemput jam14.00.. padahal janji awal kumpul jam9, lucu kan??

Berjumpa dengan mereka tentu saja bahagia, sering aku dengan tiba-tiba mengajak mereka pergi hanya untuk makan atau sekedar minum ga jelas, tujuannya bukan menikmati makanan atau minumannya, tapi melepas lelah diotak dari pikiran dan kerjaan yang datang bertubi (Puji Tuhan dikasih sibuk). Tapi tentu saja, no body perfect!! Seringpula kesal saat bertemu mereka, normallah, kan human!!

Sungguh aku kesal saat pulang, errrrr!!! Plin plan ga jelas, keputusan yang sudah dibuat dipertanyakan melulu, kalau memang tak mau ya bilang saja tak mau, jangan mempertanyakan keputusan yang telah ditetapkan seolah ingin bilang “udahlah ga usah aja” kan nyebelin!!

But, i love them!! From the bottom of my heart, i love them... kutuliskan saja keseruan bersama mereka untuk mengingatkanku how lucky i’m to have them in my life!!

Obrolan dimobil adalah lo udah makan belom?? Yang ketika sampai di baywalk ga langsung makan, tapi nyari minum, dasar wanitaa!!

Pertama kita antri di share tea, setelah diskusi panjang akhirnya ngga jadi (aku sih memang ngga mau share tea, karena mau minum kopi blended) “gw mau calais aja, kaya yang lo minum di CP nes” katanya temanku..

Kedua kita antri di KOI, antriannya lebih panjang dari share tea, karena temanku ini berani, setelah beberapa menit, majulah ia nanya ke pelayan “bubble (a.k.a pearl) nya masih ada??” dan masnya bilang, bubble nya habis, jadilah dia tak mau minum KOI, kebayang kan?? Kalau mau A ya harus dapet A..

Ketiga kita antri di chattime, aku yang sudah malas beli minum akhirnya jalan ke suki yang ada disebelahnya bersama dua teman, “aaaaaaa, all you can eat suki, mau!!” kami bertiga sudah ingin makan itu, akhirnya temanku yang ingin bubble tak jadi antri chattime setelah berdiri hampir 10 menit, ahahhaa...

Gimana ngga konyol bareng mereka?? Bestfriend dodol to the max!!  Ohya, makan suki disana bukan pilihan satu-satunya, dia ingin makan di XO, tapi suara terbanyak tentu juara..

Ini adalah pertama kali, pertama kali makan all you can eat diitungin harganya, biasanya cuma itung “kita abis berapa porsi ya??”

Sungguh ini bukan karena kami pelit, tapi karena baru 30 menit sudah kekenyangan, sambil nunggu perut mencerna akhirnya membandingkan harga dengan XO, ahahaa.. how silly we are??

“coba itung, kita udah abis berapa??” setelah dihitung-hitung, kita sudah makan 445ribu, baguslah ngga rugi.. Kalau bisa, kita makan sampai 800ribu biar untung, pemikiran gila memang..

Jidatnya temanku yang kena es krim korea-an (yang seperti huruf J) juga sempat mengocok perut saat menuju parkiran.. Coba bayangkan, kejadian itu di lantai 3, kami parkir di lantai 7 dan dia baru diberitahu saat dimobil “coba deh liat jidat kamu” ahahahhaha, kan kalau ngerjain orang beneran sepenuh hati..

Perjalanan pulang tentu saja tertawa..
“ini lurus atau belok??”
“lurus aja terus”
Padahal didepannya ada tulisan, kawasan ini hanya untuk penghuni, mungkin temanku lelah setelah jidatnya kena es krim, jadilah kami masuk ke komplek perumahan mewah itu.. Saat satpam memberikan kartu, temanku bilang mau antar teman, padahal kami salah jalan, jadilah tertawa lagi sepanjang jalan.. Kalau ingat bodoh-bodohnya mereka, ehh bukan mereka tapi kami, membuatku tertawa-tawa sendiri..

Walaupun mereka jalannya lama dan aku cepet, liat-liat baju atau tas serta sepatu bahkan alat make-up suka lupa jam sehingga aku bete menunggu, tapi mereka tetap mereka, salah satu anugrah dari Tuhan yang patut dibanggakan..  seriously, i mess up a few minute ago.. but, i love them.. see you soon!!!


Mau tulis kata-kata romantis dari temanku ah “kata orang kalau temenan lebih dari 7 tahun, akan jadi teman seumur hidup” semoga saja.. keep silly guys!! Muahhh...

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...