Skip to main content

Udon

"lo dimana?? nanti sore pergi ngga??" tanya teman baikku
"engga, kenapa??"
"nanti malam kita makan ramen yuk, ditempat kemarin" ajaknya
"ngga mau ah, mahal, sayang uangnya, ngga gitu enak juga" 
"kalau gitu kita makan di 789, ada ramennya enak, ada udon juga"
"hmm, mahal.."
"gw mau curhat.."
"oke baiklah" 
"sip, kita pergi bertiga ya"

telpon pun ditutup, lalu jam 5 sore
"ngga jadi hari ini ya, gw lembur"
"oke" 

**

"nanti jadi ya" katanya keesokan hari, kali ini di chat bukan sambungan telpon. 

Grup whatsapp pun dibuat untuk memudahkan komunikasi kita bertiga.. Lalu jam 4 yang satu bilang "gw lagi meeting nih" yang satunya lagi membalas "gw juga lagi meeting" akhirnya aku ikut membalas "gw juga lagi meeting" dan mereka berdua kaget..

"loh, lo meeting dimana??"
"gw meeting dengan pikiran gw"

** 

Agak susah memang mencocokan jadwal dengan dua wanita tangguh ini, jadwal pekerjaannya banyak.. maklum orang sibuk..

Akhirnya jam8 malam temanku baru sampai tokoku setelah selesai meeting, tentu saja udonnya tak begitu kuharapkan, aku hanya ingin bertemu dengan dua gadis keren ini dan berbagi dengar kisah dengan mereka seperti zaman dulu sejak kami masih duduk dibangku kuliah.

Ahh.. senang sekali bertemu mereka.. sungguh,, ingin rasanya kutuliskan isi obrolan semalam, tapi tak perlulah.. Terima kasih udon!!, walaupun porsimu kecil dan hargamu mahal :(

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...