Perbincangan ini baru saja terjadi kemarin.. Seorang teman berkisah tentang bekas pacarnya, heii tentu saja aku tak mau membahas tentang cinta-cintaan..
"tapi mantan saya lebih sukses" katanya temanku
"kenapa?? dia lebih kaya ya??" balasku, ohh my God, poor me.. Kenapa sukses ku identifikasikan dengan materi, keceplosan yang dari hati...
"engga juga sih, dia masih ngontrak, saya udah punya rumah walau masih nyicil" jawabnya dan hatiku berkata, biarpun masih nyicil, tapi kan tinggal di cluster..
"terus dia lebih sukses gimana maksudnya??" kalimat inilah yang keluar dari mulutku
"dia udah punya anak, saya kan belum, tetap saja dia lebih sukses" jawab temanku
Temanku ini sudah menikah, memang benar ya, arti sukses bagi setiap orang sangat berbeda..
Apa sukses versimu?? kalau versiku sih, bisa tepatin janji udah sukses, seperti aku yang berhasil menepati nazarku pada Tuhan setelah 3 tahun (padahal perkiraan awal hanya 3 bulan saja)..
Ini ngapain tulis ginian ya??? mungkin karena semalam habis makan mie sukses isi dua..
Comments
Post a Comment