Belakang ini televisi sibuk menayangkan
kematian dua tokoh. Tokoh pertama dari negeri tetangga, mantan perdana menteri
Singapura. Tokoh kedua adalah seorang komedian dari negeri sendiri. Banyak
perbedaan yang dimiliki dua tokoh tersebut, mulai dari asal negara, usia,
hingga pekerjaan. Tetapi ada satu hal yang sama, pemakamannya dihadiri banyak
sekali masyarakat.
Kenyataan ini membuatku bertanya-tanya, apa
hal berguna yang telah kulakukan?
Sebuah pertanyaan yang menuntunku pada
sebuah pertanyaan lain. Siapa yang akan menghadiri pemakamanku?
Kematian memang pasti datang, walau aku tak
tahu kapan. Apakah hidup tentang siapa yang datang ke pemakaman? Atau tentang
siapa yang akan mendoakan setelah kematian datang? Mungkinkah tentang materi
apa yang akan kita tinggalkan? Atau tentang memori yang bisa diingat banyak
orang?
Apakah hidup harus bermakna bagi jutaan
orang? Atau cukupkah membahagiakan sebuah jiwa?
Apakah ini tentang banyaknya umur yang
telah didapat?
Mengapa saat di pemakaman kita sempat
tertawa? Mengapa juga dipemakaman lain kita tak bisa tersenyum?
Mengapa kematian seseorang bisa dilupakan
dengan mudah? Mengapa juga ada manusia lain yang tenggelam dalam kesedihan
karena kematian anaknya, sehingga ia sakit dan meninggal.
Entahlah.
Comments
Post a Comment