Apa manusia memang seperti itu..
Kini senang, sesaat kemudian sedih..
Lalu bersemangat, lalu ingin menyerah..
Mengapa rasa dapat berubah menjadi sangat cepat??
Apakah si empu nya rasa yang tak dapat mengolahnya??
Atau memang cara kerjanya demikian??
Comments
Post a Comment