Skip to main content

biarkan tawar

perjalanan kala itu sangat menyenangkan..
berkat berkelimpahan rasanya..

seorang teman wanita mau mengantarku ketempat tujuanku..
aku tahu, tempatnya jauh, tapi aku tak menolak saat ia ingin mengantar, kupikir jalanan lancar..
ternyata jalanan tak selancar yang kukira, inilah ibukota, walaupun sudah malam..

lalu dimana berkatnya??
padahal hanya kemacetan yang diberikan semesta..
apakah iya?? bukankah ada teman yang mau mengantar ketempat yang jauh adalah berkat?? bayangkan jika harus naik taxi, berapa rupiah yang harus dikeluarkan??

kalau hanya itu, dimana letak berlimpahnya?? perjalanan yang macet itu, memberikan waktu yang banyak untukku dan temanku..
kami berbincang banyak hal..
refleksi, diam, meditasi, tawar, liat dengan utuh..
banyak pelajaran berharga yang dia bagikan..
yang terpenting dari semuanya, dia telah mempraktekannya, bukan hanya teori semata..

diam..
hal ini sungguh tak mudah dijalankan, bahkan saat sendirian..
mungkin mudah tak mengeluarkan suara, tapi menenangkan pikiran yang berkeliaran??
jawabannya latihan, kau harus melatihnya terus menerus, katanya kala itu.. bermeditasilah, supaya bisa..

liat dengan utuh..
ada seseorang yang tak disukai banyak orang, lalu aku membelanya dengan mengatakan hal positifnya..
liat dengan utuh, banyak positif atau negatif..
liat latar belakangnya, mengapa??
lihat dengan bulat, jangan hanya sepotong saja..
yang pasti kamu ga bisa ubah orang, kamu yang harus berubah dalam menghadapinya..
pelajaran berharga, lihat dengan utuh...
berefleksilah..

tawar..
rasakan saja, nikmati rasanya..
nikmati sakitnya, rasakan kehadiran sakitnya..
biarkan itu terjadi, terima saja..
biarkan kembali rasa sakitnya..
biarkan sampai menjadi tawar..
biarkan bandul itu bergerak, sampai ia menjadi diam..
bandul itu bergerak karena ada pemicunya..
temukan pemicunya, kontrol pergerakannya..
itu bandulmu..

tawar, saya paling suka yang ini..
saya menikmati kisahnya..
semua perbincangan kami, saya menikmatinya..

terima kasih untuk berkat berlimpah Bapa..
semesta, mari kian mesra..
muahhh

Comments

Popular posts from this blog

letstop

ini memang berkebalikan dengan homili kemarin.. tapi, mari berhenti.. let stop!! sudah.. berhenti saja.. tidak usah dipaksa dan tidak usah memaksa.. jika ingin masuk, sila.. jika ingin keluar, pintu terbuka.. mari berhenti.. berhenti memaksa.. biarlah semua, berjalan seperti maunya.. let stop.. just stop.. and let everythings fall into it place.. just breathe..

Berita duka

Temanku yang sudah punya staff dikantor itu bilang "paling ga enak waktu disuru ngasi satu nama untuk di phk, itu ga enak banget" Ngasih berita sedih memang ga enak, apalagi menerimanya.. :'( Rasanya seperti bertubi, mungkin ini berlebihan, tapi jika sudah memiliki keterikatan bisa saja ini dianggap normal.. Baru kemarin cerita ke mamanya teman "ga nyangka banget bu, sebelum ayah saya meninggal, papanya ini meninggal, terus papanya ini, terus papanya ini, kok ya deketan"  "terus papinya muridku kan meninggal, maminya cerita, kemarin suami dari temennya meninggal, terus suami dari temennya yang lain juga meninggal" Ahh, berita duka memang punya cerita.. Punya makna dan pelajaran, buatku.. 2017, dibulan ini, januari.. Diawal januari, berita duka datang dari boni, atas kepergian papinya yang membawaku ke rumah duka dharmais.. Diakhir januari, berita duka datang dari theo, atas kepergian papinya juga yang membuatku berkunjung ke rumah duka sint car...