Bicara nampaknya adalah suatu kebiasaan..
Apa yang terjadi jika itu dihilangkan??
Apakah akan diam selamanya??
Bagaimana menumbuhkannya kembali??
Saya rasa hal ini mengganggu sekali..
Bagaimana bisa, ada dua anak muda duduk dan seorang ibu berdiri lalu saya diam saja??
Mengapa menjadi begini sekarang??
Mengapa saya jadi tak berani menegur??
Mengapa saya jadi memiliki banyak pikiran positif ke anak muda yang duduk itu??
huges bilang "kita tidak boleh diam"
Saya setuju!!
Saya pun sering menegur anak muda yang tetap duduk manis saat ada orang tua yang berdiri..
Tapi malam ini tidak!! disini permasalahannya..
Ada apa??
Apakah karena saya diam saja dan berpasrah pada Tuhan karena tingkah seseorang??
Ini sungguh perubahan yang tidak baik..
Apa ini pertanda juga, kalau saya tidak boleh diam??
Entahlah..
Diam
Bicara
Bebas saja, semoga perilaku baik tetap bisa dijaga (amin)..
Gila, bahkan saya harus berdoa untuk minta kekuatan Tuhan, apakah harus menegur dua anak muda tadi atau tidak.. Dan saya tetap tidak menegur..
Akhirnya saya hanya berbicara kepada petugas dan meminta petugas itu menegur dua anak muda tadi..
Tak ada hasil, petugas itu diam saja tak peduli..
Dan saya sedih, mengapa saya menjadi pengecut..
hmm.. Tuhan, mengapa saya menjadi seperti ini??
Apakah ini kelemahan??
Apakah ini kemunduran??
ataukah ini hanya kepedulian semu??
atau saya mulai bersembunyi dibalik topeng "kepasrahan" yang jelas sekali tidak saya perjuangkan??
berkah dalem..
mohon ampun gusti
Comments
Post a Comment