Katanya setiap orang punya bibit kanker dalam tubuhnya. Kanker tumbuh atau tidak, tergantung dari pribadi itu memberinya makan atau tidak. Katanya..
Saya rasa depresi juga demikian, setiap orang punya bibit itu. Tergantung apakah mau kita beri makan atau tidak si depresi itu..
Faktanya semua orang punya cara berbeda untuk bermusuhan dengan si depresi. Memang caranya beda, karena setiap pribadi pasti unik, Tuhan lebih keren dari semua programer di dunia dalam menciptakan kode unik.
Pasti bukan kebetulan, saya yang sudah berapa tahun tidak aktif di suatu kegiatan mendadak mau ikut di kegiatan itu (karena kurang orang, acara cukup besar, & pasti disuruh Tuhan). Beruntungnya banyak banget, bisa ketemu bapaknya temen dan jauh lebih ramah dari biasanya, lebih kebapakan saat salim tangan, lebih erat juga jabat tangannya, dan diajak seseorang untuk ngajar anak-anak padahal ini perjumpaan pertama. Entah tujuan Tuhan apa, tapi pasti tujuannya indah (ayo tebak abis baca buku apa??)
Bukan kebetulan juga teman saya yang lain bercerita sahabatnya ada yang sering main sama bule di hotel karena ditinggal pacarnya setelah pacaran 6tahun dengan kondisi tidak perawan. Oke, mungkin rasanya sakit sekali sampai pelampiasannya seperti itu, tapi salahkah ia?? Bukankah itu lebih baik dari bunuh diri?? Atau salahkah teman saya yang membuntuti sahabatnya untuk mengingatkannya kembali ke jalan yang benar?? (Memperbincangkan hal ini karena teman saya baru menikah dan saya kaget TERNYATA perbincangan dengan wanita yang sudah menikah seperti ini 😨 katanya sih sexs education)
Bukan kebetulan juga saya dipertemukan dengan seorang teman yang sekarang menjadi genit sekali (suka menggoda). Dulu ia sudah bertunangan dan akan menikah, calon mertuanya sudah mempersiapkan semuanya (tinggal pasang badan di resepsi men!!), tapi pernikahannya gagal karena pasangannya selingkuh. Salahkah ia menjadi genit dan suka menggoda?? Saya rasa itu lebih baik daripada ia mengutuki dirinya dan tak berinteraksi dengan dunia luar..
Bukan kebetulan juga saya naik taxi dan supirnya adalah mantan bos. Bos yang dulunya punya banyak karyawan, punya supir pribadi dan kemewahan lainnya. Sempat tidak bekerja selama 3 tahun karena depresi, sampai akhirnya bekerja sebagai supir blue bird. Salahkah ia tidak bekerja selama 3 tahun karena depresi?? Menurut saya masih untung dia tidak kena stroke atau bunuh diri..
Kalau saya jadi dia dan ada di posisi itu, rasanya gimana ya??
Hebohnya wafat robin williams yang bunuh diri. Masih juga ada yang caci dia karena milih jalan itu, hmmm.. padahal kan mereka ga rasain gimana rasanya jadi robin. Terus apa kabar rasa bahagia yang diberikan robin waktu kita ketawa nonton aksi nya?? Yang indah nya dikenang lebih asik kali!! Terus robin yang uda buat jutaan orang ketawa bahagia aja masih di caci, apa kabar saya atau temen saya yang belom bikin jutaan orang ketawa bahagia kalau ngelakuin hal yang sama?? Dulu ada yang pernah bilang, kalau ada yang bunuh diri, yang salah itu lingkungannya. Saya pikir bener juga ya..
Seringnya kan gitu, banyak orang melabeli orang lain sesuka hati. Bebas aja sih, tapi pernah ga ya ada orang yang berpikir dia itu berjuang hampir mati demi menjalani hidup indah yang dikasih sama Tuhan?? Hmm..
Satu lagi, bukan kebetulan juga saya dikasih bff saya film lovelace. Film yang saat saya tonton membuat saya bergumam 'Tuhan, dia mau dijadiin apa?, hidupnya uda ancur banget ga ada harapan'. Sampai sekarang saat saya merasa gagal, saya bertanya-tanya dalam hati "kalau si lovelace tidak sukses di film pertamanya, jadi apa dia sekarang ya? Apa hidupnya lebih indah?" Saya berharap jawaban iya.. (karena bff saya bilang, hidupmu mirip dia) Ahahaha..
Nb:
-liat anak kecil bobo dipangku ibunya waktu di transjakarta, liat anak kecil bobo emut jempol dipangku ibunya di metromini, 2 anak kecil wanita itu keliatan damai mukanya, asik ya ngeliatnya..
Bukan kebetulan juga saya bisa liat 2 anak kecil itu Ahahahaha..
Terima kasih telah memberikan hal itu pada saya, Tuhan
Comments
Post a Comment